Jumat, 18 Maret 2011

Gua Orda Bawah Air Terbesar di Dunia

Foto-foto berikut adalah sebuah foto yang menakjubkan dan langka gua bawah air Orda, gua terbesar kedua di dunia. Gua Orda terletak di pinggiran timur wilayah desa Horde Perm, di tepi kiri sungai Kungur. Terdiri dari "kering" dan bagian bawah air. Panjang bagian kering adalah 300 meter di bawah air - 4200 meter. Sampai saat ini, Guan Orda adalah gua banjir terpanjang di Rusia. Selain itu, sebagian dari gua adalah sifon terpanjang dalam CIS - 935 meter.
















Sumber: http://lingkarmerah.blogspot.com/2011/03/gua-orda-bawah-air-terbesar-di-dunia.html#ixzz1Gug3N6Di

Foto Salaman Tinju Presiden AS Obama

Ternyata Obama punya cara yang unik dalam berjabat tangan. Bukan salaman resmi pada umumnya tapi salaman tinju layaknya dalam pergaulan anak muda sehari-hari. Mungkin foto-foto berikut ini menunjukkan bahwa presiden AS itu memang orang yang berjiwa muda dan mudah bergaul di kalangannya.


fist bumping obama 10 333x500 How to greet Obama
fist bumping obama 09 500x333 How to greet Obama
fist bumping obama 08 500x333 How to greet Obama
fist bumping obama 07 500x333 How to greet Obama
fist bumping obama 06 500x333 How to greet Obama
fist bumping obama 05 500x333 How to greet Obama
fist bumping obama 04 500x333 How to greet Obama
fist bumping obama 03 500x333 How to greet Obama
fist bumping obama 02 500x333 How to greet Obama
fist bumping obama 01 500x333 How to greet Obama


Sumber: http://lingkarmerah.blogspot.com/2011/03/foto-salaman-tinju-presiden-as-obama.html#ixzz1GudAmmW7

Foto-foto Peninggalan Perang Dunia II

Foto-foto Peninggalan Perang Dunia II yang diambil di Uni Soviet dulu selama Perang Dunia II ini merupakan foto dari arsip keluarga posted dan beberapa foto milik wartawan Soviet: Dmitri Baltermants dan Vladimir Lupejko. Foto-foto yang kejam dan mengejutkan, tetapi dengan foto ini kita bisa belajar tentang hidup dan betapa berharganya itu.


Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs

Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs
Unseen Amazing World War 2 Photographs


Sumber: http://lingkarmerah.blogspot.com/2011/03/foto-foto-peninggalan-perang-dunia-ii.html#ixzz1GucDUVCO

Danau Dendam Tak Sudah di Bengkulu

Danau Dendam Tak Sudah di Bengkulu 

Anda mungkin akan memicingkan mata dan mengerutkan dahi saat mendengar nama danau yang ada di Bengkulu ini. Agak aneh memang, karena namanya Danau Dendam Tak Sudah. Meski namanya aneh atau juga bisa dibilang unik, danau ini menawarkan pemandangan indah.

Seperti dilansir Media Indonesia, Danau Dendam Tak Sudah telah ditetapkan sebagai kawasan cagar alam. Ini mengapa Anda akan menemukan pemandangan indah nan hijau di sekitarnya. Danau yang dikelilingi bukit-bukit berhutan lebat ini juga merupakan habitat utama bagi tumbuhan endemik langka, yaitu anggrek pensil (Vanda hookeriana).

Selain tanaman langka, beberapa jenis ikan langka bisa ditemukan di danau ini. Di antaranya yang berasal dari famili Anabantidae, yaitu Trichogaster trihopterus, Helstoma termminchi, Trichogaster pectoralis, Anabas testudieus, dan Polcampus hasselti. Sementara dari famili Bagridae ialah Mystus sp, dan dari famili Cyprinidae yaitu Mystacoleucus marginatus dan Rasbora sumatranus.

Danau Dendam Tak Sudah juga mempunyai lima fungsi utama yaitu sebagai kawasan konservasi bagi keanekaragaman hayati, sumber air yang digunakan untuk keperluan irigasi, daerah cadangan air; media pembelajaran alam untk kepentingan ilmiah, dan tempat rekreasi.

Karena salah satu fungsinya sebagai tempat rekreasi maka Anda akan menemukan fasilitas seperti perlengkapan memancing dan sampan yang dapat digunakan untuk berkeliling danau.

Menilik sejarahnya, danau yang terkenal dengan kekayaan flora dan faunanya ini telah mengalami beberapa kali perluasan area. Pertama pada 1936, saat Pemerintah Hindia Belanda menetapkan kawasan ini sebagai cagar alam dengan luas 11,5 hektare.

Kedua, pada 1979, di mana kawasan ini dipeluas menjadi 430 hektare. Yang terakhir pada 1999, di mana kawasan cagar alam Danau Dendam Tak Sudah bertambah luas menjadi 577 hektare.

Bila berencana datang berkunjung, Danau Dendam Tak Sudah berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Bengkulu, tepatnya ke arah Kota Curup. Dari Kota Bengkulu, Anda dapat menggunakan kendaraan umum/bus jurusan Bengkulu-Danau Dendam Tak Sudah dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Jika Anda yang ingin menginap dan membutuhkan fasilitas yang lebih lengkap, dapat mengunjungi Kota Carep atau Kota Bengkulu. Di kedua kota tersebut terdapat sarana dan fafilitas yang cukup lengkap seperti hotel, restoran, mall, minimarket, tempat ibadah, dan lain-lain.


Sumber: http://lingkarmerah.blogspot.com/2011/03/danau-dendam-tak-sudah-di-bengkulu.html#ixzz1GuXMJ8ew

Inilah Spesies Paus Bertanduk Yang Sangat Jarang Diketahui Manusia

Narwhal (Monodon monoceros) adalah nama salah satu paus yg paling tidak diketahui manusia. Nama “narwhal” berasal dari bahasa Norse Kuno yg berarti “paus mayat”. Nama itu diberikan karena kebiasaannya yg kadang-kadang berenang tak bergerak di permukaan laut dengan posisi perut menghadap ke atas & warna tubuhnya yg bertotol-totol kelabu seperti pelaut yg tenggelam.



Mereka diketahui hanya hidup di seluruh perairan Kutub Utara, tepatnya di Samudera Arktik. Narwhal adalah paus bergigi & termasuk karnivora yg memakan hewan-hewan laut seperti ikan, udang, atau cumi-cumi.

Tanduk spiral narwhal yang misterius ternyata berfungsi sebagai sensor raksasa yang membantunya mengetahui kualitas air dan untuk “mencium” narwhal lainnya. Tanduk paus narwhal yang panjangnya bisa mencapai 2,4 meter itu telah sejak lama menjadi teka-teki para ahli alam dan pemburu. Penjelasan mengenai fungsinya pun seringkali menimbulkan perdebatan, begitu kata Dr. Martin Nweeia, seorang peneliti Harvard School of Dental Medicine.

Menurut Nweeia, tanduk tersebut sepertinya memiliki kemampuan penginderaan hidrodinamik. Ia mengungkapkan hal ini dalam prsentasi di Konferensi mengenai Biologi Mamalia Laut di San Diego.

Narwhal (Monodon monoceros) adalah sejenis paus yang termasuk sangat langka. Panjang tubuhnya mencapai 4 hingga 4,5 meter, dan kebanyakan dijumpai di perairan lautan Artik sekitar Kanada, tapi kadang juga terlihat jauh ke timur hingga Rusia.
Tim Nweeia menemukan bahwa tanduk narwhal serupa dengan membran dengan permukaan yang amat sensitif. Ada sekitar 10 juta saraf yang terhubung ke permukaan tanduknya, guna mendeteksi perubahan suhu, tekanan, dan kadar garam air. “Tidak ada sesuatu yang sebanding dengannya di alam dan tak ada yang lebih unik dari tanduk narwhal dalam hal bentuk, kenampakan, dan fungsinya.


Setiap paus narwhal (Monodon monoceros) juga menggunakan suara untuk berkomunikasi satu sama lain seperti halnya lumba-lumba atau ikan paus lainnya. Bahkan, masing-masing kemungkinan memiliki suara unik yang juga menunjukkan identitasnya.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa mamalia laut menggunakan sinyal suara untuk berkomunikasi satu sama lain di dalam air. Penelitian terakhir bahkan menunjukkan bahwa paus punya dialek.

Namun, belum banyak penelitian yang mempelajari identitas suara seperti yang diguankan paus narwhal. Para penelitinya yakin paus narwhal menggunakan suara untuk mengenali sesamanya dan membedakan satu individu dengan individu lainnya.

Hal tersebut disimpulkan para ilmuwan setelah mempelajari suara tiga ekor narwhal di Teluk Admiralty di Pulau Baffin, Kanada. Mereka menggunakan perekam elektronik yang ditempel di badan mamalia raksasa tersebut.

“Untuk pertama kalinya, kami benar-benar dapat mengikuti hewan tersebut kapan saja mereka bersuara dan ke mana saja mereka bergerak,” kata Ari Shapiro dari the Woods Hole Oceanographic Institution.

Meskipun salah satu alat perekamnya hilang, dua yang tersisa telah menunjukkan bentuk suara yang berlainan, berupa suara siulan dan denyutan. Shapiro menunjukkan bahwa kedua jenis suara bukanlah sinyal yang dipakai untuk bertukar informasi mengenai sumber makanan, tapi sekedar menunjukkan identitas individu dalam komunikasi sosial.

Apa yang dilakukan paus narwhal mirip dengan lumba-lumba hidung botol yang juga mengeluarkan suara siulan untuk berkomunikasi. Meskipun data-data mengenai komunikasi di antara paus narwhal masih minim, para ilmuwan yakin ia memiliki pendengaran yang sangat peka seperti halnya paus lainnya.

Mereka rutin melakukan migrasi hingga ribuan kilometer dan berkelompok. Maka dengan suara yang berbeda-beda, masing-masing dapat membedakan individu dalam kelompoknya atau kelompok lainnya. Hasil penelitian ini dimuat dalam Journal of Acoustical Society of America edisi September 2006.
  










Sumber : http://lingkarmerah.blogspot.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates